Sebelum
bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Indische Voetbal Bond
(BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu
organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai
Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh
putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot
ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang
pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan
kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota
seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.
Pada
tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB
(Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB
(Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI
dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB
dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian
kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB
berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah
dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian
menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai
nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung
(PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933,
kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan
yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai
Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP,
Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan
Merapi.
Persib kembali masuk
final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari
VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan
menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib
berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan
atas Persis.
Di Bandung pada masa
itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh
orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO).
Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib
merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib.
Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib
dilakukan di pinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan
Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan
yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan
tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI
dan SIDOLIG.
Persib memenangkan “
perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi
masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung
dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib.
Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka
pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini
Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi
ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika
Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang
dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini
tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air.
Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah
Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan
olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi
sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu
saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti
dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan
misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada
masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali
menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib
untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota,
sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di
Yogyakarta. Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke
ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru
tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang
kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO
diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang
berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan
nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya
tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali
atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng
dengan Ketua Munadi.
Perjuangan
Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan
sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk
kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat
kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa
pindah- pindah sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch,
membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya
R.Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai
sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada
masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi
perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib
tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun
1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain
itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959,
1966, 1983, dan 1985.
Keperkasaan
tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan
terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara
Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak
diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama
yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak
delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan
Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada
menit ke-76.
Sayangnya setelah
juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka
hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung,
melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil
bertahan di Divisi Utama.
Sebagai
tim yang dikenal tangguh, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering
menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior.
Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya,
Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby
Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan
merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.
Tiga setengah abad lebih, bangsa kita dijajah bangsa asing. Tahun
1511 Bangsa Portugis merebut Malaka dan masuk kepulauan Maluku, sebagai
awal sejarah buramnya bangsa ini, disusul Spanyol dan Inggris yang juga
berdalih mencari rempah - rempah di bumi Nusantara. Kemudian Tahun 1596
Bangsa Belanda pertama kali datang ke Indonesia dibawah pimpinan
Houtman dan de Kyzer. Yang puncaknya bangsa Belanda mendirikan VOC dan
J.P. Coen diangkat sebagai Gubernur Jenderal Pertama VOC. Penjajahan
Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 9 Maret 1942
Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak
saat itu Indonesia diduduki oleh bala tentara Jepang. Namun Jepang tidak
terlalu lama menduduki Indonesia, sebab tahun 1944, tentara Jepang
mulai kalah melawan tentara Sekutu. Untuk menarik simpati
bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara
Sekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari.
Janji ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September
1944. Oleh karena terus menerus terdesak, maka pada tanggal 29 April
1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa
Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam
Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer
Jepang di Jawa dan Madura) Dalam maklumat tersebut sekaligus dimuat
dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI). Tugas badan ini adalah menyelidiki dan mengumpulkan
usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk
dapat dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia. Keanggotaan
badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, dan mengadakan sidang
pertama pada tanggal 29 Mei s/d 1 Juni 1945. Dalam sidang pertama
tersebut yang dibicarakan khusus mengenai dasar negara untuk Indonesia
merdeka nanti. Pada sidang pertama tersebut 2 (dua) Tokoh membahas dan
mengusulkan dasar negara yaitu Muhammad Yamin dan Ir. Soekarno. Tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai calon dasar negara secara lisan yang terdiri atas lima hal, yaitu :
Peri Kebangsaan
Peri Kemanusiaan
Peri Ketuhanan
Peri Kerakyatan
Kesejahteraan Rakyat
Selain secara lisan M. Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yaitu :
Ketuhanan Yang Maha Esa
Persatuan Indonesia
Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kemudian pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno (Bung Karno) mengajukan usul mengenai calon dasar negara yaitu :
Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)
Internasionalisme (Perikemanusiaan)
Mufakat atau Demokrasi
Kesejahteraan Sosial
Ketuhanan yang Berkebudayaan
Kelima
hal ini oleh Bung Karno diberi nama PANCASILA, lebih lanjut Bung Karno
mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila,
yaitu:
Sosio nasionalisme
Sosio demokrasi
Ketuhanan.
Selanjutnya oleh Bung Karno tiga hal tersebut masih bisa diperas lagi menjadi Ekasila yaitu GOTONG ROYONG. Selesai
sidang pembahasan Dasar Negara, maka selanjutnya pada hari yang sama (1
Juni 1945) para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia
kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan
memeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap
anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat
sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas 8 orang, yaitu:
Ir. Soekarno
Ki Bagus Hadikusumo
K.H. Wachid Hasjim
Mr. Muh. Yamin
M. Sutardjo Kartohadikusumo
Mr. A.A. Maramis
R. Otto Iskandar Dinata dan
Drs. Muh. Hatta
Pada
tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil,
dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang
dicapai antara lain disetujui dibentuknya sebuah Panitia Kecil
Penyelidik Usul - usul/ Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan
orang, yaitu: Ir. Soekarno, Drs. Muh. Hatta, Mr. A.A. Maramis, K.H.
Wachid Hasyim, Abdul Kahar Muzakkir, Abikusno Tjokrosujoso, H. Agus
Salim, Mr. Ahmad Subardjo dan Mr. Muh. Yamin. Panitia Kecil yang
beranggotakan sembilan orang ini berhasil merumuskan Mukadimah Hukum
Dasar, yang kemudian dikenal dengan sebutan PIAGAM JAKARTA. Dalam
sidang BPUPKI kedua, Tanggal 10 s/d 16 Juli 1945, hasil yang dicapai
adalah merumuskan rancangan Hukum Dasar. Tanggal 9 Agustus 1945 dibentuk
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dan pada Tanggal 15
Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, sejak saat itu
Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan
sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu dengan
mem-Proklamasi-kan Kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945.
Sehari setelah proklamasi kemerdekaan PPKI mengadakan sidang, dengan
acara utama :
Mengesahkan Rancangan Hukum Dasar dengan Preambulnya (Pembukaan)
Memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Untuk
pengesahan Preambul, terjadi proses yang sangat panjang, sehingga
sebelum mengesahkan Preambul, Drs. Muhammad Hatta terlebih dahulu
mengemukakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 sore hari, sesaat
setelah Proklamasi Kemerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian Timur
yang menemuinya. Intinya, rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar
pada alinea keempat preambul, di belakang kata KETUHANAN yang berbunyi
'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya'
dihapus. Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik
memisahkan diri dari negara RI yang baru saja diproklamasikan. Usul
ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada sidang pleno PPKI, khususnya
kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus
Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim dan Teuku Muh. Hasan. Bung Hatta berusaha
meyakinkan tokoh-tokoh Islam, demi persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh
karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan,
mengingat Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam itu
merelakan dicoretnya 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
pemeluk-pemeluknya' di belakang kata Ketuhanan dan diganti dengan 'Yang
Maha Esa', sehingga Preambule (Pembukaan) UUD1945 disepakati sebagai
berikut :
UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PEMBUKAAN (Preambule)
Bahwa
sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab
itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai
dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan
pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke
depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu,
berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rakhmat Allah
Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya
berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan
dengan ini kemerdekaannya. Kemudian daripada itu untuk
membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu
dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan dengan
berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan
beradab, Persatuan Indonesia dan Ke-rakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, serta dengan mewujudkan
suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dan
untuk dapat melaksanakan PANCASILA sebagai ideologi dan dasar negara
sekaligus sebagai pandangan hidup seluruh Rakyat Indonesia, maka
Pancasila diterjemahkan dalam butir - butir Pancasila yaitu : 1. KETUHANAN YANG MAHA ESA :
Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia
Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan
agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang
adil dan beradab.
Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang
berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
Menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB :
Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Mengakui
persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia,
tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis
kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
Berani membela kebenaran dan keadilan.
Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
3. PERSATUAN INDONESIA :
Mampu
menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan
bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan
pribadi dan golongan.
Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/ PERWAKILAN :
Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
Keputusan
yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada
Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,
nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan
demi kepentingan bersama.
Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA :
Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Menghormati hak orang lain.
Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasaN terhadap orang lain.
Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gayA hidup mewah.
Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikaN kepentingan umum.
Suka bekerja keras.
Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Diceritakan kalau dunia Rohan dibuat oleh
dewa Ohn dan Ohn mempercayakan kepada kelima dewa tingkat rendah lainnya
untuk mengisi dunia buatannya. Kelima dewa tersebut akhirnya memutuskan
untuk membuat bangsa-bangsa yang nantinya kita kenal di dunia Rohan.
Dewa Roha membuat bangsa manusia, sedangkan dewa Gail menciptakan bangsa
giant (raksaksa), Marea menciptakan bangsa elf, Silva menciptakan bangsa halfling, dan Flox menciptakan bangsa dark elf.
Bangsa-bangsa tersebut membangun dunia dengan kemampuan yang
dianugerahkan oleh para dewa. Dewa Ohn membuat Naga yang menjaga daerah
perbatasan masing-masing bangsa, dan mencegah agar kebudayaan mereka
tidak tercampur.
Tiba-tiba terjadilah kejadian yang merubah
semua takdir setiap bangsa dan merupakan awal pertempuran yang terjadi
di dunia Rohan. Dewa Ohn menghilang secara misterius dan para dewa
tingkat rendah mulai menghancurkan para Naga. Rupanya menghancurkan para
Naga saja tidak cukup untuk para dewa tersebut, mereka ternyata masih
memiliki ambisi yang lebih gila lagi yaitu menghancurkan seluruh
kehidupan di Rohan.
Naga Armenes yang berhasil meloloskan diri
dari kejaran para dewa dengan sisa kekuatan terakhirnya menciptakan
bangsa Dekan yang dianugerahi kekuatan para naga. Para Dekan kemudian
menuntut balas dendam terhadap para dewa atas terbunuhnya leluhur
mereka. Pertapa Hailok meramalkan bahwa akan terjadi kekacauan yang
sangat besar dan meninggalkan tanah bangsa manusia bersama dengan para
pengikutnya. Di pulau Bahrain, Hailok dan para pengikutnya mendirikan
sebuah bangsa yang baru dan terbentuklah sebuah bangsa baru yang bernama
Dhan.
Dengan menghilangnya naga dari perbatasan
setiap wilayah secara misterius, bangsa manusia mulai melakukan
penjelajahan dan investigasi ke daerah lainnya. Utusan bangsa manusia
mengunjungi setiap kota besar bangsa lainnya, dan melakukan diplomasi
antar bangsa. Sementara itu, bangsa Dekan, yang menempati daerah pulau
Bahrain sedang membendung kekuatan untuk melawan bangsa Dhan yang lebih
dahulu menduduki wilayah tersebut. Dalam peperangan yang tidak bisa
dicegah, kedua bangsa akhirnya melakukan gencatan senjata untuk
menghindari kehancuran dan kerusakan yang lebih parah. Sementara itu
bangsa half elf yang terlahir karena perpaduan antara bangsa Manusia dan bangsa elf
merasa dikucilkan, mereka lalu memutuskan untuk pergi meninggalkan kota
asal mereka dan mendirikan kota sendiri di antara kota bangsa manusia
dan elf.
Dengan berlalunya waktu, dunia menjadi
sebuah neraka yang kelam. Semua makhluk hidup berubah menjadi monster
karena kutukan para dewa dan monster-monster tersebut mulai menguasai
dunia Rohan. Semua bangsa tanpa disadari membangun permusuhan dan
perselisihan dengan bangsa lainnya. Banyak yang belum kehilangan harapan
kepada dewa dan berharap hati para dewa dapat berubah nantinya. Ada
juga yang bertekad untuk bertarung demi bertahan hidup sampai
berakhirnya era kegelapan dan penderitaan.
Human
Sesuai dengan cerita di atas game Rohan memiliki banyak pilihan ras. Total ada enam ras yang bisa kita gunakan dan setiap ras memiliki profesi masing-masing. Human
yang diciptakan oleh dewa Roha memiliki bakat militer yang paling baik
dibandingkan bangsa-bangsa lainnya, imbasnya para Knight memiliki
kemampuan yang paling seimbang. Saat mencapai level 50 para Knight bisa
berubah ke profesi selanjutnya yang terbagi menjadi dua, yang pertama
adalah Guardian dan yang kedua adalah Defender. Para Guardian memiliki
kemampuan menyerang dan bertahan yang cukup seimbang, sedangkan para
Defender adalah tank baja berjalan yang mampu menahan hampir semua
serangan musuh.
Elf
Bila para human adalah bangsa militer maka elf adalah bangsa magis yang memiliki kemampuan penyembuhan. Bangsa elf
yang cantik dan tampan ini, diciptakan oleh dewi Marea yang terkenal
akan kecantikannya. Jadi jangan heran kalau wanita-wanita bangsa elf memiliki penampilan yang sangat cantik dan anggun dibandingkan wanita-wanita yang berasal dari bangsa lainnya. Para elf memiliki profesi awal sebagai Healer yang bertugas mendukung tim dengan kekuatan penyembuhan atau buff yang dimilikinya. Ketika mencapai level 50 para Healer bisa berubah menjadi Priest atau Templar.
Priest adalah profesi yang akan dicapai
oleh seorang Healer yang mendalami kemampuan penyembuhan, sedangkan
Templar adalah profesi yang akan dicapai oleh seorang Healer yang
berusaha memiliki kemampuan menyerang sekaligus kemampuan bertahan yang
solid. Bisa dibilang profesi Templar adalah profesi hibrida yang mampu
menyerang dengan serangan yang dahsyat, tetapi tetap memiliki kemampuan
suportif yang bisa dipakai untuk diri sendiri maupun tim.
Half Elf
Bagaimana jadinya bila kemampuan bertempur human yang sangat luar biasa digabungkan dengan kecepatan bergerak bangsa elf? Jawabannya ada di bangsa half-elf. Mungkin bangsa ini terbentuk karena para elf memiliki kecantikan dan ketampanan yang diinginkan oleh para human, sedangkan para elf membutuhkan rasa setia dan kemampuan melindungi para human. Tidak ada catatan yang jelas di lembar sejarah dunia Rohan tentang asal-usul bangsa half-elf, tetapi yang jelas bangsa half-elf muncul karena penggabungan ras human dan elf. Kemampuan utama bangsa half-elf adalah menyatu dengan alam, kemampuan inilah yang mengijinkan mereka untuk menggunakan senjata busur ataupun busur bersilang (crossbow).
Pada awalnya para half-elf memiliki
profesi awal sebagai Archer, namun bila mereka telah mencapai level 50
mereka bisa memilih dua profesi lanjutan Archer yaitu Ranger dan Scout.
Para Ranger yang dibekali dengan senjata busur bersilang (crossbow)
memiliki kemampuan penetrasi yang sangat tinggi serta mampu menghabisi
musuh-musuhnya dari jarak yang sangat jauh. Sedangkan para Scout yang
dibekali busur mampu menembakan puluhan anak panah sekaligus. Kedua
profesi half-elf sama-sama mematikan, Ranger mampu menyerang
terus menerus dari jarak yang cukup aman sedangkan Scout adalah pelahap
barisan ataupun pemecah kerumunan musuh.
Dhan
Bangsa selanjutnya yang hadir di dunia
Rohan adalah bangsa Dhan. Bangsa Dhan adalah penghuni dunia Rohan yang
memiliki masa lalu kelam sehingga mereka memutuskan untuk menjalani
pelatihan seorang pembunuh. Untuk mendukung kemampuan mereka Dhan
menciptakan senjata pembunuh yang bentuknya sangat berbeda dibandingkan
senjata yang dimiliki oleh bangsa lainnya. Senjata tersebut menempel
pada ujung-ujung tinju mereka dan bisa dipakai untuk mencabik-cabik
siapapun yang menjadi target para Dhan. Senjata tersebut mereka beri
nama Katar. Para Dhan menyembah dua dewa sekaligus, dewa yang pertama
adalah Ohn sedangkan dewa yang kedua adalah Edoneh.
Para Dhan pemula akan memiliki profesi
dasar sebagai Assassin. Selama menjalani pelatihan sebagai seorang
Assassin mereka belajar cara menghilang dari pandangan musuh, memukul
musuh dengan serangan yang sangat mematikan dan meracuni musuh. Ketika
seorang Dhan telah mencapai level 50 mereka dapat berubah menjadi
Avenger atau Predator. Para Avenger adalah bangsa Dhan yang
mendedikasikan dirinya untuk menjadi malaikat maut bagi musuh-musuhnya
yang berhadapan langsung dengan mereka. Tetapi bila dibutuhkan para
Avenger bisa menghabisi musuh dari belakang.
Bila para Avenger adalah malaikat maut,
para Predator adalah ahli perangkap yang memiliki tangan berkecepatan
cahaya. Para Predator juga memiliki kemampuan untuk menghabisi lawannya
yang memiliki serangan jarak jauh dalam hitungan detik. kemampuan
tersebut masih disempurnakan dengan kemampuan Predator untuk
menghilangkan daya rusak yang dimiliki oleh musuhnya yang memakai
serangan jarak jauh.
Dekan
Bangsa Dekan adalah bangsa yang berbeda
dengan bangsa lainnya, bangsa ini tidak dibuat oleh dewa melainkan
dibuat oleh Naga biru Armenes. Hal inilah yang menyebabkan Dekan sangat
sombong dan cendrung meremehkan bangsa lainnya. Bagi mereka
bangsa-bangsa yang diciptakan oleh dewa adalah bangsa kelas rendah yang
tidak pantas berada di dekat-dekat mereka. Bangsa Dekan senang bersaing
dengan bangsa Dhan, hingga untuk masalah persenjataan mereka ingin
menyaingi keunikan senjata para Dhan. Dari persaingan senjata itu
lahirlah sebuah senjata yang hanya bisa dipakai oleh para Dekan, nama
senjata itu adalah Zhen. Zhen berbentuk dua bilah pedang yang disatukan
pada bagian pangkalnya, bila dibutuhkan sebuah Zhen bisa dipisahkan
sehingga menjadi dua bilah pedang yang memiliki kecepatan serangan lebih
tinggi dibandingkan Zhen yang menyatu.
Profesi awal yang dijalani oleh para Dekan
adalah Dragon Fighter. Para Dragon Fighter adalah petarung handal yang
fleksibel dengan kondisi pertempuran. Kemampuan tersebut ditunjang
dengan skill-skill yang dimiliki oleh Dragon Fighter. Saat
mencapai level 50 seorang Dragon Fighter bisa berubah menjadi Dragon
Knight atau Dragon Sage. Seorang Dragon Knight bisa diibaratkan sebagai
profesi berserker, serangannya yang kuat dan kritikalnya yang
berbahaya membuat profesi Dragon Knight sangat disegani lawan ketika
bertempur di garis depan. Bila profesi Dragon Knight mengandalkan
serangan maka Dragon Sage mengandalkan serangan magis dan penambahan
jarak serangan.
Dark Elf
Bangsa terakhir yang ada di dunia Rohan adalah bangsa Dark Elf yang memiliki penampilan layaknya count dan countess
dalam cerita-cerita vampir terkenal. Sesuai dengan penampilannya bangsa
ini memiliki kebudayaan tinggi, hal inilah yang menyebabkan para Dark
Elf terlihat angkuh dan dingin. Mereka bisa besikap sangat sopan pada
bangsa lain, tetapi biasanya memiliki tujuan yang terselubung. Para Dark
Elf memiliki profesi awal sebagai Mage yang memiliki berbagai kemampuan
mulai dari serangan terhadap lawan, skill yang merugikan lawan, sampai menguntungkan diri sendiri sehingga dapat digunakan untuk berburu monster sendirian.
Saat para Mage mencapai level 50 mereka
dapat berubah menjadi Warlock atau Wizard. Warlock adalah senjata
penghancur yang paling efektif bagi orang yang ingin menghancurkan satu
target spesifik, sedangan Wizard adalah mesing penghancur masal yang
mampu meluluhlantakan musuh dengan kemampuan penghancurnya yang bersifat
area.